Selasa, 12 Desember 2017

BAB 1 : B. OSI

Model Jaringan OSI

Pada sejarah tentang tujuan ingin menyatukan seluruh model jaringan, banyak yang berpikir kalau OSI yang akan menang dalam pertarungan tersebut seperti yang sudah dijelaskan pada bab bagian A. Jika itu terjadi, pengganti TCP/IP di seluruh dunia, di seluuh komputer pasti menjalankan model jaringan OSI.

Namun, OSI tidak memenangkan pertarungan. Kenyataan nya, OSI tidak ada lagi sebagai model jaringan yang digunakan untuk menggantikan TCP/IP, meskipun beberapa protokol asli masih bersumber dari mode OSI.

Lalu kenapa OSI dibahas? Selama tahun-tahun di mana banyak orang berpikir bahwa model OSI akan menjadi hal biasa di dunia jejaring (kebanyakan di akhir tahun 1980an dan awal 1990an), banyak vendor dan dokumen protokol mulai menggunakan terminologi model OSI. Terminologi itu pun sekarang masih ada. Jadi, untuk memahami terminologi jaringan modern, kalian harus mengerti beberapa tentang OSI.

Membandingkan OSI dengan TCP/IP

Model OSI mempunyai banyak kesamaan dengan model TCP/IP dari konsep dan pandangan. OSI mempunyai 7 layer, dan setiap layer menetapkan satu set khusus fungsi jaringan. Seperti TCP/IP, setiap layer OSI mengarah ke banyak protokol dan standar yang menerapkan fungsi pada setiap layer nya. Dalam kasus lain, sama seperti TCP / IP, OSI berkomitmen tidak membuat protokol atau standar baru, namun merujuk protokol lain yang telah ditetapkan. Contoh nya, IEEE mentapkan standar Ethernet, jadi OSI tidak akan membuang waktu untuk membuat protokol baru tentang Ethernet.

Sekarang, model OSI bisa digunakan sebagai standar pembandingan mode jaringan lain nya. Figure 1-15 membandingkan 7 layer OSI dengan 4 Layer TCP/IP juga 5 Layer TCP/IP.


Penjelasan Protokol dari Layer OSI

Sekarang, dokumen jarigan sering menjelaskan protokol dan standar TCP/IP bersumber dari OSI layer, baik dari jumlah layer dan nama layer. Contoh, sebutan biasa untuk switch LAN adalah "Switch Layer 2", dengan "Layer 2" mengarah ke OSI layer 2. Karena OSI memang memiliki seperangkat fungsi yang terdefinisi dengan baik yang terkait dengan masing-masing tujuh lapisannya, jika kalian mengetahui fungsinya, kalian dapat memahami apa yang orang maksudkan ketika mereka merujuk pada produk atau fungsi oleh lapisan OSI-nya.

Contoh lainnya, Layer Internet (Layer asli TCP/IP), dijalankan oleh IP, disamakan dengan Layer Network OSI. Jadi, kebanyakan orang mengatakan IP adalah protokol layer network , atau protokol layer 3, menggunakan OSI terminologi dan nomor layer nya. Tentu saja jika kalian mengurutkan model TCP/IP dimulai dari bawah, IP bisa jadi Layer 2 atau Layer 3 tergantung versi dari model TCP/IP tersebut. Namun, meskipun IP adalah protokol TCP/IP, semua orang menggunakan layer dan nomor model OSI ketika menjelaskan IP atau protokol lain nya. 

Diakuinya layer tertentu TCP/IP sama dengan beberapa layer tententu pada OSI layer, tapi bukan sama dari rinciannya. Perbandingan nya seperti sebuah truk dengan mobil biasa, keduanya bisa mengantarkan kalian dari titik A ke titik B, tapi kedua nya memiliki perbedaan seperti truk mempunyai kargo dibelakang. Demikian pula dengan layer OSI dan layer TCP/IP menentukan logika pengalamatan dan routing. Namun, alamat nya memiliki ukuran berbeda, dan logika routing nya bekerja secara berbeda. Jadi perbedaan layer OSI dengan protokol lainnya adalah perbedaan secara garis besar, dan buka perbedaan secara spesifik.

OSI Layer dan Fungsi nya

Sekarang, karena banyak orang lebih Saat ini, karena kebanyakan orang lebih mengenal fungsi TCP / IP daripada fungsi OSI, salah satu cara terbaik untuk mempelajari tentang fungsi lapisan OSI yang berbeda adalah memikirkan fungsi pada model TCP / IP dan menghubungkan mereka dengan model OSI. Untuk keperluan pembelajaran, kalian bisa berfikir bahwa 5 model layer OSI melakukan hal yang sama seperti 5 model layer TCP/IP. Contoh nya, layer aplikasi setiap model (OSI dan TCP/IP) menetapkan protokol untuk digunakan oleh aplikasi (browser), dan layer physical menetapkan mekanika-listrik komunikasi antar koneksi fisik. Tabel 1-4 menjelaskan setiap layer OSI.


Tabel 1-5 adalah contoh dari daftar device dan protokol pada layer OSI. Catat bahwa banyak peralatan jaringan yang harus memahami beberapa protokol dari banyak layer OSI. Layer yang ada pada Table 1-5 sebenarnya mengacu pada layer tertinggi yang biasa dipikirkan perangkat saat melakukan pekerjaan utamanya. Contoh nya, router perlu memikirkan konsep layer 3, tapi juga harus bisa support fiur di layer 1 dan 2.


Selain mengingat fitur - fitur dasar layer OSI (pada Tabel 1-4), dan beberapa device juga alat nya (pada Tabel 1-5), kalian juga harus mengingat semua nama layer. Kalian bisa mengingat nya dengan sebuah kalimat sederhana seperti :

Anak      Pak          Soleh     Tidak      Nakal     Dan          Pintar

Aplikasi   Presentasi  Session   Transport  Network   Data-link   Physical

Konsep dan keuntungan Layer OSI

Selain membantu manusia mengkategorikan dan mengerti banyak fungsi di jaringan, ada alasan lain mengapa menggunakan layer. Contohnya, mempertimbangkan analogi kantor pos. Seseorang penulis surat tidak memikirkan bagaimana kantor pos mengirimkan surat melewati negara. Sang kurir tidak peduli dengan isi surat nya. Begitu pula dengan model jaringan yang membagi fungsi ke dalam layer yang berbeda memungkinkan satu paket perangkat lunak atau perangkat keras untuk mengimplementasikan fungsi dari satu layer, dan menganggap bahwa perangkat lunak / perangkat keras lain akan menjalankan fungsi yang didefinisikan oleh layer lainnya.

Berikut adalah list dari keuntungna menggunakan layer protokol :

1. Lebih sederhana : Dibandingkan dengan tidak menggunakan model ber-layer, model jaringan membagi konsep menjadi bagian yang lebih kecil.
2. Interface standar : Definisi interface standar antara masing-masing layer memungkinkan beberapa vendor membuat produk yang memenuhi peran tertentu, dengan semua keunggulan persaingan terbuka
3. Lebih mudah dipelajari : Kalian bisa lebih mudah berdiskusi dan belajar tentang banyaknya detail dari spesifikasi protokol.
4. Lebih mudah dikembangkan : Berkurangnya kompleksitas memungkinkan perubahan program yang lebih mudah dan pengembangan produk yang lebih cepat.
5. Multivendor interoperability: Membuat produk untuk memenuhi standar jaringan yang sama berarti bahwa peralatan komputer dan jaringan dari beberapa vendor dapat bekerja di jaringan yang sama.
6. Teknik standar : Salah satu vendor dapat menulis software yang menerapkan lapisan yang lebih tinggi, misalnya browser web dan vendor lain dapat menulis software yang menerapkan lapisan bawah, misalnya software TCP / IP bawaan Microsoft dalam sistem operasinya.

Istilah - Istilah Encapsulasi Pada OSI


Seperti TCP/IP, setiap layer OSI  meminta layanan dari layer bawah nya. Untuk menyediakan layanan, setiap layer menggunakan header dan mungkin juga trailer. Layer yang lebih rendah meng-encapsulasi data dari layer yang lebih tinggi.

OSI menggunakan istilah yang lebih umum untuk setiap pesan daripada menggunakan frame, packet, dan segment (Seperti TCP/IP). OSI memakai istilah PDU (Protokol Data Unit). PDU mewakili bit yang menyertakan header dan trailer untuk lapisan itu, serta data yang di-enkapsulasi. Seperti contoh, sebuah paket IP seperti yang ditunjukan pada Figure 1-14 (pada bagian TCP/IP), menggunakan istilah OSI yaitu PDU, lebih jelas nya Layer 3 PDU (disingkat L3PDU) karena IP adalah protokol layer 3. OSI hanya mengacu pada "Layer x PDU (LxPDU)", dengan x mengacu pada layer yang sedang dibahas, seperti yang ditunjukkan pada Figure 1-16.




Dengan ini maka selesai sudah review ICDN1 pada BAB 1. Tentu saja BAB 2 lah yang akan di bahas selanjutnya,,,,,







Rabu, 06 Desember 2017

BAB 1 : A. TCP/IP

Hellloo kawan!!!!!......

Kali ini saya akan menulis tentang review  dari E-Book “Offcial Cert Guide CCENT-CCNA_ICND_100-105”. E-Book tersebut menggunakan bahasa inggris ya karena Ujian CCNA juga menggunakan bahasa inggris. Tapi kali ini saya akan menjelaskan nya menggunakan bahasa indonesia saja. E-Book ini kebanyakan sih teori ya karena memang sebelum praktek kalian harus tau teori dulu. Tulisan ini bertujuan sebagai catatan pribadi dan semoga membantu para visitor yang membaca tulisan ini. Okay langsung saja baca ya kawan!!!..

Model Jaringan TCP/IP

Model jaringan, terkadang juga disebut juga arsitektur jaringan atau blue print jaringan, mengacu ke banyak dokumen. Secara individu, setiap dokumen menggambarkan satu fungsi kecil yang dibutuhkan untuk jaringan. Secara kolektif, dokumen-dokumen ini menentukan segala sesuatu yang seharusnya terjadi agar jaringan komputer dapat bekerja. Beberapa dokumen menjelaskan sebuah protokol yang merupakan satu set logis aturan yang harus diikuti perangkat untuk berkomunikasi. Dokumen lainnya menjelaskan beberapa device fisik untuk jaringan. Contoh dokumen yang menjelaskan berapa tegangan listrik dan arus listrik yang digunakan pada kabel saat terjadinya transmitting data. 

Kalian bisa berfikir model jaringan seperti sebuah model/blueprint bagunan rumah. Tentu saja kalian bisa membuat rumah tanpa blueprint. Namun, dengan blueprint/model dapat memastikan rumah tersebut mempunyai pondasi yang benar dan kuat sehingga tidak akan rubuh. Blueprint memuat semua terakomodasi dari saluran air, listrik, gas, dan lain nya. Lalu berbeda orang juga mengerjakan hal tersebut dari arsitek, montir listrik, tukang batu, tukang cat jika mereka mengikuti blurprint maka tidak akan ada masalah seharusnya.

Demikian pula jka kalian mau membangun sebuah jaringan. Namun, itu sekarang menjadi lebih mudah dengan membeli product yang sudah sesuai kerja nya dengan blueprint jaringan. Karena vendor - vendor jaringan membuat product mereka dengan pemikiran jaringan yang sama, sehingga produk mereka bekerja sama dengan baik.

Sejarah TCP/IP

Sekarang, seluruh jaringan komputer di dunia menggunakan satu jaringan yaitu TCP/IP. Namun, dunia tidak akan selalu menjadi mudah. Dahulu kala, protokol jarigan tidak ada, apalagi TCP/IP. Lalu suatu vendor/perusahaan membuat protokol jaringan pertama yang hanya support product vendor itu sendiri. Contoh nya IBM menerbitkan System Network Architecture (SNA) pada tahun 1974. Vendor lain juga membuat model jaringan sendiri. Hasilnya, jika kalian membeli 3 buah komputer dari 3  vendor berbeda, sang network engineer harus membuat 3 basis jaringan yang berbeda dari setiap vendor yang mana itu sama sulit membuat 3 device tersebut terkoneksi. Bagian kiri dari Figure 1-3 menujukan gambaran umum tentang model jarigan berbeda perusahaan pada zaman 1980-an sebelum TCP/IP menjadi biasa dipakai oleh seluruh perusahaan.


Meskipun vendor-penetap hak milik model jaringan sering bekerja dengan baik, terbuka, vendor-netral juga memberikan bantuan kompetisi dan mengurangi kesulitan. The International Organization for Standardization (ISO) mengambil alih tugas membuat model jaringa, dimulai dari awal 1970, dikenal dengan nama Open System Interconnection (OSI) model jaringan. ISO mempunyai tujuan yang keren, yaitu untuk men-standarisasikan data protokol jaringan untuk memudahkan komunikasi antara seluruh komputer di planet(Bumi). ISO bekerja dengan ambisius untuk menuju tujuan keren nya itu. Lalu ISO juga mendapat sukarelawan dari kebanyakan develper jaringan yang terkenal di dunia mengerjakan OSI tersebut. 

Lalu upaya kedua untuk menciptakan model jaringan yang terbuka, vendor-netral muncul dari kontrak Departemen of Defend (DoD) Amerika Serikat. Periset di berbagai universitas mengajukan diri untuk membantu mengembangkan protokol seputar yang (DoD) kerjakan. Upaya ini menghasilkan model jaringan terbuka yang disebut TCP/IP. 

Selama pada tahun 1990s, seluruh perusahaan mulai menambahkan OSI,TC/IP, atau kedua nya untuk jaringan perusahaan mereka. Namun, pada akhir 1990s, TCP/IP biasa nya menjadi pilihan dan OSI jauh terjatuh/jarang dipakai. Bagian tengah pada Figure 1-3 diatas menunjukan gambaran umum dibalik jaringan perusahaan pada masa itu. Masih menggunakan banyak protokol jaringan tetapi TCP/IP sudah termasuk salah satu nya. 

Lalu di awal tahun 2000-an, TCP/IP mendominasi hak milik model jarigan masih

ada, tetapi sebagian besar telah dibuang dan disesuaikan dengan TCP/IP. Model jaringa OSI, yang perkembangan nya tertahan sebagian karena proses standarisasi formal lebih lambat dibandingkan TCP/IP sehingga tidak pernah berhasil di pasaran. Lalu TCP/IP, model jarigan yang aslinya, sepenuhnya dibuat oleh sekolompok sukarelawan telah menjadi model jaringan yang sering di pakai terlihar pada sisi kanan Figure 1-3 di atas.

Meninjau Model Jaringan TCP/IP

Model TCP/IP menjelaskan dan merujuk ke kumpulan protokol - protokol yang memungkinkan komputer berkomunikasi. TCP/IP menggunakan dokumen yang disebut Request For Comments (RFC) untuk menetapkan sebuah jaringan. RFC sendiri adalah dokumen yang berisi catatan tentang internet. Mulai dari aspek jaringan, termasuk protokol, prosedur, program, konsep, dan lainnya. TCP/IP juga menghindari pekerjaan yang sudah ada atau pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh sebuah protokol. Contoh nya, Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) sudah menetapkan protkol Ethernet LAN, maka TCP/IP model tidak menetapkan protokol Ethernet di RFCs, tetapi semua tentang Ethernet pasti akan diarahkan ke protokol IEEE bagian Ethernet sebagai pilihan. 

Perbandingan yang mudah  bisa diketahui antara telefon rumah dan komputer yang menggunakan TCP/IP. Kalian pergi ke sebuah toko dan membeli telefon rumah dari vendors yang berbeda. Ketika kalian pulang dan memasang kabel ke telefon rumah baru (Kabel dari telefon rumah lama) maka telefon itu akan terhubung. Vendor telefon itu udah tau kebutuhan apa yang diperlukan untuk telfon di masing masing negara dan mereka membuat nya sesuai.

Demikian pula ketika kalian membeli komputer/laptop baru, itu sudah ada TCP/IP nya dan sudah bekerja dengan sesuai. Yang kalian perlukan hanya keluarkan komputer/laptop nya dari box, pasang kabel power, nyalakan, sambungkan ke jaringan. Lalu kalian bisa menjelajahi internet sesuka hati. Kenapa bisa? karena Operations System nya sudah menjalankan Model Jaringan TCP/IP. Ethernet card atau wireless LAN card di komputer menjalankan sebuah jaringan standar dari model TCP/IP. Singkatnya, vendor membuat hardware dan software nya menjalankan TCP/IP.

Untuk membantu memahami model jaringan, setiap model dipisah sesuai fungsi ke beberapa kategori yang biasanya disebut Layer. Setiap layer mempunyia standar dan protokol yang berhubungan dengan kategori dan fungsi masing - masing. TCP/IP sebenarnya mempunyai 2 alternative model, seperti pada Figure 1-4.


Model pada bagian kiri menunjukan model asli yang ada di RFC 1122, dimana terpisah menjadi 4 layers. Dua layer teratas fokus ke aplikasi yaitu mengirimkan dan menerima data. Dua Layer terbawah Fokus tentang bagaimana transmit bit melewati setiap individu link, dengan layer internet fokus untuk mengirim data melewati berbagai macam jalan dari komputer pengirim ke komputer tujuan. 

Model pada bagian kanan menunjukan bentuk yang biasa di bicarakan jika membahas TCP/IP sekarang. Model ini meluas dari model asli layer Link menjadi terpisah yaitu data link dan physical(sama seperti 2 layer terbawah pada model OSI). Dan juga kebanyakan orang sering menggunakan kata "Network" sebagai pengganti "Internet" untuk layer tersebut. Layer link pada model asli TCP/IP juga disebut Layer Network Akses dan Layer Network Interfaces.

Banyak dari kalian yang sudah banyak mendegar beberapa protokol TCP/IP, seperti pada contoh yang ada di Table 1-2. Berikut adalah protokol nya.


Layer Pertama : Layer Aplikasi

Layer aplikasi TCP/IP menyediakan pelayanan ke software aplikasi yang berjalan di komputer. Layer aplikasi tidak menetapkan protokol software aplikasi nya, tetapi protokol nya sesuai dengan keubtuhan software aplikasi tersebut. Contohnya, protokol aplikasi HTTP menetapkan bagaimana browser web menarik konten dari server web. Singkatnya, layer aplikasi menyediakan antarmuka antara software yang berjalan dengan komputer dan network.

Bisa dibilang, aplikasi TCP/IP yang popular saat ini adalah Web Browser. Banyak vendor perangkat lunak utama telah mengubah atau mengubah perangkat lunak aplikasi mereka untuk mendukung akses dari browser web. Tentunya menggunakan browser itu gampang, kalian hanya perlu menjalankan browser dan mengetik nama web nya, lalu enter maka halaman web akan muncul.

Meninjau HTTP

Apa sih yang sebenarnya terjadi untuk membiarkan sebuah halaman web muncul di browser kalian?????

Bayangkan saja Bob membuka browsernya. Browsernya sudah terkonfigurasi secara otomatis bertanya pada server web Larry tentang web page awal atau home page. Logika nya seperti pada Figure 1-5


Jadi yang permintaan pertama Bob sebenarnya adalah meminta Larry untuk mengirimkan home page nya. Lalu server web Larry sudah terkonfigurasi untuk mengetahui halaman web awal mengandung file yang disebut home.htm. Bob menerima file dari Larry dan menampilkan isi nya di browser.

Mekanisme Protokol HTTP

Melihat lebih dekat, ini adalah contoh bagaimana aplikasi di setiap komputer. Secara khusus, aplikasi browser dan aplikasi server meggunakan protokol pada aplikasi layer TCP/IP. Untuk membuat sebuah permintaan halaman web dan si server memberikan isi halaman web, aplikasi menggunakan Hypertext Transfer Protocol (HTTP).

HTTP tidak ada sampai suatu hari Tim Berners-Lee membuat browser web dan server pertama di awal tahun 1990-an. Berners-Lee memberika fungsi HTTP untuk meminta isi dari halaman page, secara khusus dengan memberika browser web kemampuanuntuk meminta file dari server dan memberikan server cara untuk mengirim file tersebut. Logika nya terdapat pada Figure 1-5. Figure1-6 sama saja sebenarnya, hanya saja lebih detail ke HTTP nya.


Versi penuh dari alamat web disebut juga Uniform Resource Locator (URL) atau Universal Resource Identifiers (URI) dimulai dengan awalan http:// yang berarti HTTP digunakan untuk transfer halaman web.

Langkah pertama, untuk mendapatkan halaman web dari Larry, Bob mengirim sebuah pesan dengan HTTP header. Umumnya, protokol menggunakan header sebagai tempat untuk menaruh informasi yang berguna oleh protokol. Pesan ini biasanya berisi nama file (home.htm, di kasus ini), atau jika tidak ada nama disebutkan, server web menanggap Bob meminta halaman awal web (Default Web).

Langkah kedua di Figure 1-6 menunjukan respon dari server web nya Larry. Pesan nya diawali dengan HTTP header dengan kode kembali (200), yang berarti sesuatu yang simple seperi "Ya Okay". HTTP juga menetapkan kode kembali lain nya sehingga server bisa memberi tahu browser apakah request tersebut berhasil. (Berikut adalah contoh lain: Jika kalian pernah melihat halaman web yang tidak ditemukan, dan kemudian menerima kesalahan HTTP 404 "not found", Kalian menerima kode pengembalian yang lain yaitu : Kode HTTP 404.) Pesan kedua juga mengandung bagian dari permintaan filenya.

Langkah ketiga di Figure 1-6 menunjukan pesan lain dari server web Larry ke browser web nya Bob, tapi kali ni tidak ada HTTP Header nya. HTTP memindahkan data dengan mengirim banyak pesan, setiap pesan itu adalah bagian dari file yang dikirim. Daripada membuang ruang untuk mengirim ulang HTTP Header di list yang mempunyai informasi yang sama, pesan tambahan ini menghilangkan Header nya.

Layer Kedua : Layer Transport
Meskipun ada banyak protokol pada layer aplikasi, layer transport mengadung juga beberapa protokol. Dua protokol yang sering digunakan di layer transport ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dam User Datagram Protocol (UDP).

Layer trasnport menyediakan layanan ke protokol layer aplikasi yang berada diatasnya. Bagaimana cara nya melayani protocol yang ada di layer aplikasi??? Bagian ini memperkenalkan secara umum konsep yang fokus pada pelayanan TCP : Error Recovery.

TCP Error Recovery Basic

Untuk mengerti apa yang layer transport lakukan, kalian harus berfikir juga tentang layer yang ada di atas layer transport, yaitu layer aplikasi. Kenapa? Karena setiap layer menyediakan pelayanan kepada layer atas nya, contoh nya seperti error-recovery yang disediakan untuk layer aplikasi. Contoh, Figure 1-5 diatas, Bob dan Larry menggunakan HTTP untuk memindahkan/transfer halaman "home.htm" dari server Larry ke browser nya Bob. Tapi bagaimana jika requset/permintaan atau data nya hilang??? Pasti nya home.htm tidak akan muncul di browser nya Bob dong. Jika seperti itu, TCP/IP memerlukan mekanisme garansi pengiriman data. Lalu dibuatlah  fitur error-recovery. Untuk memperbaiki kesalahan, TCP menggunakan konsep "Acknowledgment". Lihat Figure 1-7  dibawah


Figure 1-7 menunjukan server Larry mengirim "Web Page" ke browser Bob dengan 3 pesan terpisah. Ingat bahwa figure 1-7 menunjukan HTTP header yang sama seperti yang sudah dijelaskan pada figur 1-6 . TCP header menunjukan "Sequence Number/Nomor urut" pada setiap pesan. Di contoh ini, jaringan sedang bermasalah dan gagal mengirim pesan nya TCP (disebut segmen) yang bernomor urut 2. Ketika Bob menerima pesan dengan nomor urut 1 dan 3 saja, tetapi tidak menerima nomor 2, Bob sadar nomor 2 ini hilang. Nah kesadaran nya TCP di browser Bob membuat nya mengirim lagi pesan untuk meminta pesan nomor urut 2 lagi.

Interaksi antara Layer-Sama dan Interaksi Layer-Berdekatan

Contoh di Figure 1-7 mendemonstrasikan fungsi yang disebut Interaksi Layer-Berdekatan, yang mengarah ke konsep bagaimana interaksi antara layer yang berdekaran di model jaringan, di komputer yang sama, bekerja bersama. Di contoh ini, HTTP mau meminta protokol error recovery dijalankan dan layer yang lebih tinggi menggunakan protokol layer dibawah nya untuk melakukan pelayanan error recovery. 

Lalu di Figure 1-7 juga mendemonstrasikan fungsi yang disebut Interaksi Layer-Sama. Ketika layer tententu di sebuah komputer ingin berkomunikasi dengan layer yang sama di komputer lain, dua komputer ini menggunakan Header untuk menahan informasi yang mereka ingin sampaikan. Contoh nya di Figure 1-7 server Larry mengatur nomor urutan 1,2,dan 4 lalu Bob bisa melihat beberapa pesan tidak sampai. TCP pada Larry membuat Header dengan nomor urut, TCP pada Bob memperoses penerimaan dan bereaksi terhadap pesan nya, kalau gagal maka akan meminta untuk dikirm ulang. 

Layer Ketiga : Layer Network

Layer network memiliki sedikit protokol, tapi protokol utama nya adalah Internet Protokol (IP). Sebenarnya, nama dari TCP/IP diambil dari dua protokol yang paling sering dipakai yaitu TCP dan IP dan dipisahkan dengan tanda /.

IP menyediakan beberapa fitur, tapi yang paling penting itu addressing(pengalamatan) dan routing(memberi jalan). Pada bagian ini dimulai dengan permisalan addressing dan routing adalah cara kerja kantor pos.  

Internet Protokol dan Kantol Pos

Bayangkan saja jika kalian menulis 2 buah surat, satu untuk teman di negara tetangga dan satu lagi untuk teman di kota tetangga. Kalian memberikan alamat pada amplop nya, memberinya perangko, dan siap diantarkan ke kantor pos terdekat. Apakah ada perbedaan dalam memerlakukan 2 surat tersebut? hanya berbeda saat kalian menuliskan alamat saja dan memberikan ke satu kantor pos saja. 

Lalu kantor pos akan mengantarkan kedua surat itu. Lalu si kantor pos harus berfikir tentang surat nya karena setiap surat secara terpisah, dan kantor pos membuat pilihan kemana harus mengantar setiap surat sehingga bisa sampai pada tujuan. Untuk surat tujuan kota tetangga, orang yang berada di kantor pos lokal bisa menaruh surat nya di truk yang menuju kota tersebut. 

Selanjutnya untuk surat tujuan negara tetangga, kantor pos mengirim surat nya ke kantor pos lain yang berada di negara tersebut, dan diteruskan ke truk, lalu ke kurir dan kurir mengirimkan ke tujuan. Setiap kantor post pasti memproses dan memilih kemana harus dikirim.

Untuk menjalankan itu semua, kantor pos mempunyai rute sendiri untuk truk kecil, truk besar, pesawat, kapal laut, dan lainnya untuk memindahkan surat ke kantor pos lain nya. Layanan nya adalah harus dapat menerima dan meneruskan surat-surat tersebut, dan harus membuat keputusan yang baik tentang ke mana harus mengirim setiap surat berikutnya, seperti pada Figure 1-8


Masih berbicara tentang kantor pos, coba pikirkan perbedaan antara orang yang menaruh surat ke kantor pos untuk dikirim dan kantor pos yang mengirim surat tersebut. Seseorang menulis surat dan  menaruh surat tersebut ke kantor pos menganggap surat itu akan diantarkan. Namun, orang itu tidak tau lebih jelas lewat mana surat itu akan diantar. Sebaliknya, kantor pos tidak menulis surat, melainkan hanya menerima surat dari pelanggan. Lalu, kantor pos harus tau alamat dan kode pos dan harus mengirimkan surat tersebut.

Layer aplikasi dan layer transport itu seperti seseorang yang menaruh surat di kantor pos. Dua lapisan tersebut bekerja dengan cara yang sama dan tidak peduli apakah komputer tujuan berada di LAN yang sama atau dipisahkan oleh keseluruhan Internet, karena hanya bertugas menulis surat saja. Untuk mengirim pesan, dua layer tersebut bertanya ke layer network untuk mengirimkan pesan.

Lalu dua layer terbawah TCP/IP bekerja seperti kantor pos untuk mengirimkan data ke tujuan yang benar. Untuk melakukan itu, dua layer ini harus mengerti dasar fisik jaringan karena mereka harus memilih cara terbaik untuk mengirimkan pesan dari host ke host lainnya.

Jadi, apa semua ini penting untuk jaringan? Nah, lapisan network TCP / IP ditentukan oleh Internet Protocol (IP) yang bekerja seperti layanan pos. IP menentukan setiap komputer harus mempunyai alamat IP yang berbeda, sama seperti kantor pos menentukan alamat yang mempunyai alamat unik di setiap rumah. apaterment, dan kantor. Demikian juga IP menentukan proses routing lalu device yang bernama "Router" dapat bekerja seperti kantor pos. Sama seperti kantor pos membuat infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengantar surat seperti kantor nya, alat penyaring pesan nya, truk, pesawat, kurir.  Layer network menentukan rincian bagaimana infrastruktur jaringan bisa terbuat dan bisa mengirimkan data ke seluruh komputer yang terhubung.

TCP/IP mempunyai 2 versi, yaitu IPv4 dan IPv6. Saat ini IPv4 masih yang paling banyak digunakan di dunia,

Dasar Pengalamatan IP

IP menentukan alamat untuk beberapa alasan penting. Pertama, setiap perangkat yang menggunakan TCP / IP - setiap host TCP / IP - memerlukan alamat yang unik sehingga dapat diidentifikasi dalam jaringan. IP juga menentukan grup sesuai alamat sama seperti sistem kode pos. IP 10.116.252.100 merupakan grup dari network 10.116.252.0 contoh nya.

Untuk lebih mengerti , perhatikan Figure 1-9 yang menunjukan komunikasi antara server Larry dan komputer Bob, tetapi sekarang ada infrastruktur jaringan nya. 


Pertama, ingat bahwa Figure 1-9 menunjukan beberapa contoh alamat IP/IP address. Setiap alamat mempunyai 4 angka. Dalam contoh ini, Larry menggunakan IP address 1.1.1.1 dan Bob menggunakan 2.2.2.2. Penomoran ini disebut DDN (Dotted Decimal Notation).

Figure 1-9 juga menunjukan 3 grup dari alamat yang ada. Di contoh ini, semua IP yang berawalan 1 pasti ada di atas kiri. Semua yang berawalan 2 ada di atas kanan dan semua yang berawalan 3 berada di bawah kiri.

Tambahan, Figure 1-9 memperkenalkan icon yang namnanya Router. Router adalah alat network bagian dari TCP/IP untuk tujuan forwarding(meneruskan) paket IP/data ke tujuan yang benar. Router melakukan pekerjaan yang sama seperti kantor pos. Router menerima paket, lalu memutuskan sesuai dengan alamat IP yang ada paket nya, dan kemudian secara fisik meneruskan paket dari beberapa port interface lainya. 

Pengetahuan  Dasar IP Routing

Layer network pada TCP/IP menggunakan protokol internet (IP),  melakukan forwarding paket IP dari device satu ke device lain. Semua device yang memiliki alamat IP bisa tersambung ke jaringan TCP/IP dan mengirim paket.

Figure 1-10 sama seperti kasus web server Larry ingin mengirim paket ke browser nya Bob, tapi sekarang dengan rincinan terkait IP.  Di bagian bawah kiri, ingat bahwa web server Larry memiliki data yang sudah terencapluasi HTTP header(layer aplikasi) dan TCP header(layer transport) yang siap dikirim. Tambahan, ketika memasuki layer network maka terkandung IP header juga. IP header berisi sumber alamat IP server Larry (1.1.1.1) dan alamat IP Bob (2.2.2.2).


Langkah pertama, di bagaian kiri Figure 1-10, dimulai dari Larry siap mengirimkan paket. Lalu protokol internet di server Larry memilih router terdekar untuk dikirim, router yang memiliki LAN yang sama dengan berharap Router akan meneruskan paket sampai tujuan. 

Langkah kedua, Router R1 menerima paket dari Larry, dan protokol internet di R1 membuat keputusan lagi kemana harus meneruskan paket nya. Lalu R1 melihat di IP header menunjukan tujuan alamat nya 2.2.2.2, lalu membandingkan alamat tersebut dengan rute IP yang ada. Ternyata rute nya ada di R2, dan diterukan paket nya ke Router R2.

Langkah ketiga, Router R2 melakukan hal yang sama seperti R1. R2 akan melihat dulu alamat tujuan dan membandingkan dengan rute yang ada. Ternyata 2.2.2.2 ada rute nya dan langsung ke Bob, dan paket nya langsung dikirimkan.

Layer Terakhir : Layer Link (Layer Data Link dan Layer Physical)

Layer Link pada model TCP/IP yang asli menentukan protokol dan kebutuhan hardware untuk proses pengiriman data lewat jaringan. Istilah link mengarah kepada koneksi fisik, hubungan antara dua device, dan protokol yang digunakan untuku mengatur hubungan itu.

Sama seperti semua layer di semua model jaringan, layer link menyediakan layanan ke layer diatasnya. Ketika sebuah protokol internet (IP) nya host/router memilih kemana paket akan dikirimkan, maka host/router akan menggunakan layer link untuk mengirimkan nya.

Karena setiap layer memiliki layanan ke layer atas, mari berpikir lagi tentang logika IP terkait dengan Figure 1-10 diatas. Di contoh itu, Larry meneruskan paket ke router terdekat R1, tanpa membicarakan ethernet. Jaringan Ethernet, yang melaksanakan protokol pad layer link lah yang pasti digunakan untuk mengirim paket dari Larry ke Router R1. Figure 1-11 menunjukan 4 langkap tentang apa yang terjadi pada layer link sehingga bisa terkirim nya paket dari Larry ke Router R1.


Perlu diingat bahwa garis di Figure 1-11 adalah kabel Ethernet. Diagram jaringan sering menggunakan konvensi ini saat menggambar LAN Ethernet, dalam kasus pemasangan kabel LAN dan perangkat LAN yang sebenarnya tidak penting untuk beberapa diskusi, seperti yang terjadi di sini. LAN akan memiliki kabel dan perangkat, seperti switch LAN, yang tidak diperlihatkan pada gambar ini.

Lalu Figure 1-11 mempunyai empat langkah. Dua langkah pertama terjadi diserver Larry, dan dua terkahir terjadi di Router R1 :

          1. Larry mengencapsulasi (membungkus) paket IP diantara Ethernet Header dan                     Ethernet Trailer, lalu jadilah Ethernet Frame,

          2. Larry secara Fisik mentransmit setiap bit ethernet frame nya berubah menjadi s                   sinyal listrik mengalir melalui kabel Ethernet,

          3. Router R1 secara fisik menerima sinyal listrik dari kabel, dan mengubah nya                       kembali menjadi frame,

          4. Router R1 membuka bungkusan/frame nya (de-encapsulasi) dengan melepas dan               membuang Ethernet header dan Ethernet trailer.

Dari proses akhir tersebut, proses layer link pada Larry dan R1 sudah bekerja sama untuk mengirimkan paket.

Protokol menetapkan header dan trailer untuk alasan umum yang sama, namun header ada di awal paket dan trailer ada di akhir paket.

Layer link berisi banyak sekali protokol. Contohnya saja, layer link berisi semua variasi protokol Ethernet, bersama dengan beberapa standar LAN lainnya yang lebih populer di dekade yang lalu. Layer link berisi wide-area network (WAN) standar untuk media fisik yang berbeda, yang berbeda secara signifikan dibandingkan dengan standar LAN karena jarak yang jauh lebih jauh dalam mentransmisikan data. Layer ini juga berisi WAN standar populer yang menambahkan header dan trailer seperti pada Figure 1-11 merupakan protokol seperti Point -to-Point (PPP) dan Frame Relay.

Singkatnya, layer link berisi dua fungsi berbeda, fungsi yang berkaitan dengan transmisi data secara fisik, ditambah protokol dan aturan yang mengendalikan penggunaan media fisik. Model TCP/IP yang baru (5 layer) hanya membagi layer link menjadi 2 lapisan (data link dan physical) agar sama dengan logika ini.

Membedakan Model TCP/IP Asli dengan TCP/IP Modern

Model TCP/IP yang asli menetapkan hanya satu layer (layer link) di bawah layer Internet. Fungsi pada layer link (Model TCP/IP asli) dapat menjadi dua yaitu fungsi yang terkait secara langsung dengan transmit data secara fisikal dan fungsi yang tidak terikat langsung dengan transmit data secara fisikal. Contoh nya ada pada Figure 1-11, langkah 2 dan 3 adalah detail mengenai pengiriman data secara fisik dengan mengubah frame menjadi bit sinyal listrik (terkait secara langsung), tapi langkah 1 dan 4 adalah encapsulasi dan de-encapsulasi (terkait secara tidak langsung).

Sekarang ini, banyak dokumen yang menggunakan versi modern TCP/IP seperti pada Figure 1-12. Membandingkan keduanya, layer teratas memiliki kesamaan, kecuali nama yang berubah dari Internet ke Network. Layer terbawah berbeda dimana satu layer pada model asli dibagi menjadi dua layer untuk menyamakan pembagian rinci transmit fisik dari fungsi yang lain. Figure 1-12 menunjukan dua versi dari model jaringan TCP/IP lagi dengan penekanan pada perbedaan nya.


Istilah Data Encapsulasi

Seperti yang sudah kalian baca yaitu penjelasan dari cara kerja HTTP, TCP, IP, setiap layer menambah kan header mereka sendiri (kecuali protokol data-link, menambahkan trailer juga) ke data yang dikirim dari layer teratas. Istilah encapsulasi mengarah ke proses menaruh header (juga trailer) di sekeliling data atau membungkus data itu.

Banyak contoh proses encapsulasi di atas. Contoh nya, web server Larry meng-encapsulasi home.htm didalam HTTP header pada Figure 1-6. Lalu TCP meng-encapsulasi HTTP header didalam TCP header dalam Figure 1-7. Lalu IP meng-encapsulasi TCP header dan data nya didalam IP header pada Figure 1-10. Akhirnya Ethernet meng-encapsulasi IP header di dalam Ethernet header dan trailer pada Figure 1-11. 

Proses pengiriman data yang dilakukan oleh TCP/IP bisa dibilang ada 5 langkah. Langkah 1-4 terkait dengan encapsulasi data oleh 4 layer dan langkah terakhir merupakah transmit fisik data. Jika menggunakan TCP/IP 5 layer, setiap langkah sesuai dengan layer masing masing. Berikut adalah kesimpulan langkah langkah nya :

 Step 1. Layer Aplikasi
             Pesan dibuat terlebih dahulu. Contohnya request home.htm. Lalu request ini akan              diencapsulasi (dibungkus) di dalam HTTP header. Setelah dibungkus namanya                  ganti menjadi “DATA”. Lalu dikirimkan ke layer transport.

 Step 2. Layer Tansport
             Setelah menerima DATA, DATA ini akan dibungkus lagi didalam TCP header.                  Setelah dibungkus namanya menjadi “SEGMEN”. Lalu dikirim ke layer network.

 Step 3. Layer Network
             Setelah menerima SEGMEN, SEGMEN ini akan dibungkus lagi didalam IP                        header. Setelah dibungkus namanya menjadi “PAKET”. Lalu dikirim ke layer                    data link.
          
 Step 4. Layer Data Link
             Setelah menerima PAKET, PAKET ini akan dibugnkus lagi didalam Ethernet                    header dan Ethernet Trailer. Setelah dibungkus namanya menjadi “FRAME”.                      Lalu dikirim ke layer physical.

 Step 5. Layer Physical
             Setelah menerima FRAME, FRAME ini akan diubah menjadi bit sinyal listrik dan              akan di transmit.

Okay kawan itu dia Bab 1 bagian A tentang model jarigan TCP/IP. Selanjutnya masih pada BAB 1 tapi bagian B, membahas tentang Model jaringan OSI.......




Sumber : E-book Offcial Cert Guide CCENT-CCNA_ICND_100-105.pdf

BAB 1 : B. OSI

Model Jaringan OSI Pada sejarah tentang tujuan ingin menyatukan seluruh model jaringan, banyak yang berpikir kalau OSI yang akan menang...