Demikian pula jka kalian mau membangun sebuah jaringan. Namun, itu sekarang
menjadi lebih mudah dengan membeli product yang sudah sesuai kerja nya dengan blueprint
jaringan. Karena vendor - vendor jaringan membuat product mereka dengan
pemikiran jaringan yang sama, sehingga produk mereka bekerja sama dengan baik.
Sejarah TCP/IP
Sekarang, seluruh jaringan
komputer di dunia menggunakan satu jaringan yaitu TCP/IP. Namun, dunia tidak
akan selalu menjadi mudah. Dahulu kala, protokol jarigan tidak ada, apalagi
TCP/IP. Lalu suatu vendor/perusahaan membuat protokol jaringan pertama yang
hanya support product vendor itu sendiri. Contoh nya IBM menerbitkan System
Network Architecture (SNA) pada tahun 1974. Vendor lain juga membuat model
jaringan sendiri. Hasilnya, jika kalian membeli 3 buah komputer dari 3
vendor berbeda, sang network engineer harus membuat 3 basis jaringan yang
berbeda dari setiap vendor yang mana itu sama sulit membuat 3 device tersebut
terkoneksi. Bagian kiri dari Figure 1-3 menujukan gambaran umum tentang model
jarigan berbeda perusahaan pada zaman 1980-an sebelum TCP/IP menjadi biasa
dipakai oleh seluruh perusahaan.

Meskipun vendor-penetap hak milik model jaringan sering bekerja dengan baik,
terbuka, vendor-netral juga memberikan bantuan kompetisi dan mengurangi
kesulitan. The International Organization for Standardization (ISO) mengambil
alih tugas membuat model jaringa, dimulai dari awal 1970, dikenal dengan nama
Open System Interconnection (OSI) model jaringan. ISO mempunyai tujuan yang
keren, yaitu untuk men-standarisasikan data protokol jaringan untuk memudahkan
komunikasi antara seluruh komputer di planet(Bumi). ISO bekerja dengan ambisius
untuk menuju tujuan keren nya itu. Lalu ISO juga mendapat sukarelawan dari
kebanyakan develper jaringan yang terkenal di dunia mengerjakan OSI
tersebut.
Lalu upaya kedua untuk menciptakan model jaringan yang terbuka,
vendor-netral muncul dari kontrak Departemen of Defend (DoD) Amerika Serikat.
Periset di berbagai universitas mengajukan diri untuk membantu mengembangkan
protokol seputar yang (DoD) kerjakan. Upaya ini menghasilkan model jaringan
terbuka yang disebut TCP/IP.
Selama pada tahun 1990s, seluruh perusahaan mulai menambahkan OSI,TC/IP,
atau kedua nya untuk jaringan perusahaan mereka. Namun, pada akhir 1990s,
TCP/IP biasa nya menjadi pilihan dan OSI jauh terjatuh/jarang dipakai. Bagian
tengah pada Figure 1-3 diatas menunjukan gambaran umum dibalik jaringan
perusahaan pada masa itu. Masih menggunakan banyak protokol jaringan tetapi
TCP/IP sudah termasuk salah satu nya.
Lalu di awal tahun 2000-an, TCP/IP mendominasi hak milik model jarigan
masih
ada, tetapi sebagian besar telah dibuang dan disesuaikan dengan TCP/IP.
Model jaringa OSI, yang perkembangan nya tertahan sebagian karena proses
standarisasi formal lebih lambat dibandingkan TCP/IP sehingga tidak pernah
berhasil di pasaran. Lalu TCP/IP, model jarigan yang aslinya, sepenuhnya dibuat
oleh sekolompok sukarelawan telah menjadi model jaringan yang sering di pakai
terlihar pada sisi kanan Figure 1-3 di atas.
Meninjau Model Jaringan TCP/IP
Model TCP/IP menjelaskan dan merujuk ke kumpulan protokol - protokol yang
memungkinkan komputer berkomunikasi. TCP/IP menggunakan dokumen yang disebut
Request For Comments (RFC) untuk menetapkan sebuah jaringan. RFC sendiri adalah
dokumen yang berisi catatan tentang internet. Mulai dari aspek jaringan,
termasuk protokol, prosedur, program, konsep, dan lainnya. TCP/IP juga
menghindari pekerjaan yang sudah ada atau pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh
sebuah protokol. Contoh nya, Institute of Electrical and Electronic Engineers
(IEEE) sudah menetapkan protkol Ethernet LAN, maka TCP/IP model tidak
menetapkan protokol Ethernet di RFCs, tetapi semua tentang Ethernet pasti akan
diarahkan ke protokol IEEE bagian Ethernet sebagai pilihan.
Perbandingan yang mudah bisa diketahui antara telefon rumah dan
komputer yang menggunakan TCP/IP. Kalian pergi ke sebuah toko dan membeli
telefon rumah dari vendors yang berbeda. Ketika kalian pulang dan memasang
kabel ke telefon rumah baru (Kabel dari telefon rumah lama) maka telefon itu
akan terhubung. Vendor telefon itu udah tau kebutuhan apa yang diperlukan untuk
telfon di masing masing negara dan mereka membuat nya sesuai.
Demikian pula ketika kalian membeli komputer/laptop baru, itu sudah ada
TCP/IP nya dan sudah bekerja dengan sesuai. Yang kalian perlukan hanya
keluarkan komputer/laptop nya dari box, pasang kabel power, nyalakan,
sambungkan ke jaringan. Lalu kalian bisa menjelajahi internet sesuka hati.
Kenapa bisa? karena Operations System nya sudah menjalankan Model Jaringan
TCP/IP. Ethernet card atau wireless LAN card di komputer menjalankan sebuah
jaringan standar dari model TCP/IP. Singkatnya, vendor membuat hardware dan software
nya menjalankan TCP/IP.
Untuk membantu memahami model jaringan, setiap model dipisah sesuai fungsi
ke beberapa kategori yang biasanya disebut Layer. Setiap
layer mempunyia standar dan protokol yang berhubungan dengan kategori dan
fungsi masing - masing. TCP/IP sebenarnya mempunyai 2 alternative model,
seperti pada Figure 1-4.
Model pada bagian kiri menunjukan model asli yang ada di RFC 1122, dimana
terpisah menjadi 4 layers. Dua layer teratas fokus ke aplikasi yaitu
mengirimkan dan menerima data. Dua Layer terbawah Fokus tentang bagaimana
transmit bit melewati setiap individu link, dengan layer internet fokus untuk
mengirim data melewati berbagai macam jalan dari komputer pengirim ke komputer
tujuan.
Model pada bagian kanan menunjukan bentuk yang biasa di bicarakan jika
membahas TCP/IP sekarang. Model ini meluas dari model asli layer Link menjadi
terpisah yaitu data link dan physical(sama seperti 2 layer terbawah pada model
OSI). Dan juga kebanyakan orang sering menggunakan kata "Network" sebagai
pengganti "Internet" untuk layer tersebut. Layer link pada model asli
TCP/IP juga disebut Layer Network Akses dan Layer Network Interfaces.
Banyak dari kalian yang sudah banyak mendegar beberapa protokol TCP/IP,
seperti pada contoh yang ada di Table 1-2. Berikut adalah protokol nya.
Layer Pertama : Layer Aplikasi
Layer aplikasi TCP/IP menyediakan pelayanan ke software aplikasi yang
berjalan di komputer. Layer aplikasi tidak menetapkan protokol software
aplikasi nya, tetapi protokol nya sesuai dengan keubtuhan software aplikasi
tersebut. Contohnya, protokol aplikasi HTTP menetapkan bagaimana browser web
menarik konten dari server web. Singkatnya, layer aplikasi menyediakan
antarmuka antara software yang berjalan dengan komputer dan network.
Bisa dibilang, aplikasi TCP/IP yang popular saat ini adalah Web
Browser. Banyak vendor perangkat lunak utama telah mengubah atau mengubah
perangkat lunak aplikasi mereka untuk mendukung akses dari browser web.
Tentunya menggunakan browser itu gampang, kalian hanya perlu menjalankan
browser dan mengetik nama web nya, lalu enter maka halaman web akan muncul.
Meninjau HTTP
Apa sih yang sebenarnya terjadi untuk membiarkan sebuah halaman web muncul
di browser kalian?????
Bayangkan saja Bob membuka browsernya. Browsernya sudah terkonfigurasi
secara otomatis bertanya pada server web Larry tentang web page awal atau home
page. Logika nya seperti pada Figure 1-5
Jadi yang permintaan pertama Bob sebenarnya adalah meminta Larry untuk
mengirimkan home page nya. Lalu server web Larry sudah terkonfigurasi untuk
mengetahui halaman web awal mengandung file yang disebut home.htm. Bob menerima
file dari Larry dan menampilkan isi nya di browser.
Mekanisme Protokol HTTP
Melihat lebih dekat, ini adalah contoh bagaimana aplikasi di setiap
komputer. Secara khusus, aplikasi browser dan aplikasi server meggunakan
protokol pada aplikasi layer TCP/IP. Untuk membuat sebuah permintaan halaman
web dan si server memberikan isi halaman web, aplikasi menggunakan Hypertext
Transfer Protocol (HTTP).
HTTP tidak ada sampai suatu hari Tim Berners-Lee membuat browser web dan
server pertama di awal tahun 1990-an. Berners-Lee memberika fungsi HTTP untuk
meminta isi dari halaman page, secara khusus dengan memberika browser web
kemampuanuntuk meminta file dari server dan memberikan server cara untuk
mengirim file tersebut. Logika nya terdapat pada Figure 1-5.
Figure1-6 sama saja sebenarnya, hanya saja lebih detail ke HTTP nya.
Versi penuh dari alamat web disebut juga Uniform Resource Locator (URL)
atau Universal Resource Identifiers (URI) dimulai dengan awalan http:// yang
berarti HTTP digunakan untuk transfer halaman web.
Langkah pertama, untuk mendapatkan halaman web dari Larry, Bob mengirim
sebuah pesan dengan HTTP header. Umumnya, protokol menggunakan header sebagai
tempat untuk menaruh informasi yang berguna oleh protokol. Pesan ini biasanya
berisi nama file (home.htm, di kasus ini), atau jika tidak ada nama disebutkan,
server web menanggap Bob meminta halaman awal web (Default Web).
Langkah kedua di Figure 1-6 menunjukan respon dari server web nya Larry.
Pesan nya diawali dengan HTTP header dengan kode kembali (200), yang berarti
sesuatu yang simple seperi "Ya Okay". HTTP juga menetapkan kode
kembali lain nya sehingga server bisa memberi tahu browser apakah request
tersebut berhasil. (Berikut adalah contoh lain: Jika kalian pernah melihat
halaman web yang tidak ditemukan, dan kemudian menerima kesalahan HTTP 404
"not found", Kalian menerima kode pengembalian yang lain yaitu : Kode
HTTP 404.) Pesan kedua juga mengandung bagian dari permintaan filenya.
Langkah ketiga di Figure 1-6 menunjukan pesan lain dari server web Larry ke
browser web nya Bob, tapi kali ni tidak ada HTTP Header nya. HTTP memindahkan
data dengan mengirim banyak pesan, setiap pesan itu adalah bagian dari file
yang dikirim. Daripada membuang ruang untuk mengirim ulang HTTP Header di list
yang mempunyai informasi yang sama, pesan tambahan ini menghilangkan Header
nya.
Layer Kedua : Layer Transport
Meskipun ada banyak protokol pada layer aplikasi, layer transport mengadung
juga beberapa protokol. Dua protokol yang sering digunakan di layer transport
ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dam User Datagram Protocol
(UDP).
Layer trasnport menyediakan layanan ke protokol layer aplikasi yang berada
diatasnya. Bagaimana cara nya melayani protocol yang ada di layer aplikasi???
Bagian ini memperkenalkan secara umum konsep yang fokus pada pelayanan TCP :
Error Recovery.
TCP Error Recovery Basic
Untuk mengerti apa yang layer
transport lakukan, kalian harus berfikir juga tentang layer yang ada di atas
layer transport, yaitu layer aplikasi. Kenapa? Karena setiap layer menyediakan
pelayanan kepada layer atas nya, contoh nya seperti error-recovery yang
disediakan untuk layer aplikasi. Contoh, Figure 1-5 diatas, Bob dan Larry
menggunakan HTTP untuk memindahkan/transfer halaman "home.htm" dari
server Larry ke browser nya Bob. Tapi bagaimana jika requset/permintaan atau
data nya hilang??? Pasti nya home.htm tidak akan muncul di browser nya Bob
dong. Jika seperti itu, TCP/IP memerlukan mekanisme garansi pengiriman data.
Lalu dibuatlah fitur error-recovery. Untuk memperbaiki kesalahan, TCP
menggunakan konsep "Acknowledgment". Lihat Figure 1-7 dibawah

Figure 1-7 menunjukan server Larry mengirim "Web Page" ke browser
Bob dengan 3 pesan terpisah. Ingat bahwa figure 1-7 menunjukan HTTP header yang
sama seperti yang sudah dijelaskan pada figur 1-6 . TCP header menunjukan
"Sequence Number/Nomor urut" pada setiap pesan. Di contoh ini,
jaringan sedang bermasalah dan gagal mengirim pesan nya TCP (disebut segmen)
yang bernomor urut 2. Ketika Bob menerima pesan dengan nomor urut 1 dan 3 saja,
tetapi tidak menerima nomor 2, Bob sadar nomor 2 ini hilang. Nah kesadaran nya
TCP di browser Bob membuat nya mengirim lagi pesan untuk meminta pesan nomor
urut 2 lagi.
Interaksi antara Layer-Sama dan Interaksi Layer-Berdekatan
Contoh di Figure 1-7 mendemonstrasikan fungsi yang disebut Interaksi
Layer-Berdekatan, yang mengarah ke konsep bagaimana interaksi antara layer yang
berdekaran di model jaringan, di komputer yang sama, bekerja bersama. Di contoh
ini, HTTP mau meminta protokol error recovery dijalankan dan layer yang lebih
tinggi menggunakan protokol layer dibawah nya untuk melakukan pelayanan error
recovery.
Lalu di Figure 1-7 juga mendemonstrasikan fungsi yang disebut Interaksi
Layer-Sama. Ketika layer tententu di sebuah komputer ingin berkomunikasi dengan
layer yang sama di komputer lain, dua komputer ini menggunakan Header untuk
menahan informasi yang mereka ingin sampaikan. Contoh nya di Figure 1-7 server
Larry mengatur nomor urutan 1,2,dan 4 lalu Bob bisa melihat beberapa pesan
tidak sampai. TCP pada Larry membuat Header dengan nomor urut, TCP pada Bob
memperoses penerimaan dan bereaksi terhadap pesan nya, kalau gagal maka akan
meminta untuk dikirm ulang.
Layer Ketiga : Layer Network
Layer network memiliki sedikit protokol, tapi protokol utama nya adalah
Internet Protokol (IP). Sebenarnya, nama dari TCP/IP diambil dari dua protokol
yang paling sering dipakai yaitu TCP dan IP dan dipisahkan dengan tanda /.
IP menyediakan beberapa fitur, tapi yang paling penting itu
addressing(pengalamatan) dan routing(memberi jalan). Pada bagian ini dimulai
dengan permisalan addressing dan routing adalah cara kerja kantor
pos.
Internet Protokol dan Kantol Pos
Bayangkan saja jika kalian menulis 2 buah surat, satu untuk teman di negara
tetangga dan satu lagi untuk teman di kota tetangga. Kalian memberikan alamat
pada amplop nya, memberinya perangko, dan siap diantarkan ke kantor pos
terdekat. Apakah ada perbedaan dalam memerlakukan 2 surat tersebut? hanya
berbeda saat kalian menuliskan alamat saja dan memberikan ke satu kantor pos
saja.
Lalu kantor pos akan mengantarkan kedua surat itu. Lalu si kantor pos harus
berfikir tentang surat nya karena setiap surat secara terpisah, dan kantor pos
membuat pilihan kemana harus mengantar setiap surat sehingga bisa sampai pada
tujuan. Untuk surat tujuan kota tetangga, orang yang berada di kantor pos lokal
bisa menaruh surat nya di truk yang menuju kota tersebut.
Selanjutnya untuk surat tujuan negara tetangga, kantor pos mengirim surat
nya ke kantor pos lain yang berada di negara tersebut, dan diteruskan ke truk,
lalu ke kurir dan kurir mengirimkan ke tujuan. Setiap kantor post pasti
memproses dan memilih kemana harus dikirim.
Untuk menjalankan itu semua,
kantor pos mempunyai rute sendiri untuk truk kecil, truk besar, pesawat, kapal
laut, dan lainnya untuk memindahkan surat ke kantor pos lain nya. Layanan nya
adalah harus dapat menerima dan meneruskan surat-surat tersebut, dan harus
membuat keputusan yang baik tentang ke mana harus mengirim setiap surat
berikutnya, seperti pada Figure 1-8
Masih berbicara tentang kantor pos, coba pikirkan perbedaan antara orang
yang menaruh surat ke kantor pos untuk dikirim dan kantor pos yang mengirim
surat tersebut. Seseorang menulis surat dan menaruh surat tersebut ke
kantor pos menganggap surat itu akan diantarkan. Namun, orang itu tidak tau
lebih jelas lewat mana surat itu akan diantar. Sebaliknya, kantor pos tidak menulis
surat, melainkan hanya menerima surat dari pelanggan. Lalu, kantor pos harus
tau alamat dan kode pos dan harus mengirimkan surat tersebut.
Layer aplikasi dan layer transport itu seperti seseorang yang menaruh surat
di kantor pos. Dua lapisan tersebut bekerja dengan cara yang sama dan tidak
peduli apakah komputer tujuan berada di LAN yang sama atau dipisahkan oleh
keseluruhan Internet, karena hanya bertugas menulis surat saja. Untuk mengirim
pesan, dua layer tersebut bertanya ke layer network untuk mengirimkan pesan.
Lalu dua layer terbawah TCP/IP bekerja seperti kantor pos untuk mengirimkan
data ke tujuan yang benar. Untuk melakukan itu, dua layer ini harus mengerti
dasar fisik jaringan karena mereka harus memilih cara terbaik untuk mengirimkan
pesan dari host ke host lainnya.
Jadi, apa semua ini penting untuk jaringan? Nah, lapisan network TCP / IP
ditentukan oleh Internet Protocol (IP) yang bekerja seperti layanan pos. IP
menentukan setiap komputer harus mempunyai alamat IP yang berbeda, sama seperti
kantor pos menentukan alamat yang mempunyai alamat unik di setiap rumah.
apaterment, dan kantor. Demikian juga IP menentukan proses routing lalu device
yang bernama "Router" dapat bekerja seperti kantor pos. Sama seperti
kantor pos membuat infrastruktur yang dibutuhkan untuk mengantar surat seperti
kantor nya, alat penyaring pesan nya, truk, pesawat, kurir. Layer network
menentukan rincian bagaimana infrastruktur jaringan bisa terbuat dan bisa
mengirimkan data ke seluruh komputer yang terhubung.
TCP/IP mempunyai 2 versi, yaitu IPv4 dan IPv6. Saat ini IPv4 masih yang
paling banyak digunakan di dunia,
Dasar Pengalamatan IP
IP menentukan alamat untuk beberapa alasan penting. Pertama, setiap
perangkat yang menggunakan TCP / IP - setiap host TCP / IP - memerlukan alamat
yang unik sehingga dapat diidentifikasi dalam jaringan. IP juga menentukan grup
sesuai alamat sama seperti sistem kode pos. IP 10.116.252.100 merupakan grup
dari network 10.116.252.0 contoh nya.
Untuk lebih mengerti , perhatikan Figure 1-9 yang menunjukan komunikasi
antara server Larry dan komputer Bob, tetapi sekarang ada infrastruktur
jaringan nya.
Pertama, ingat bahwa Figure 1-9 menunjukan beberapa contoh alamat IP/IP
address. Setiap alamat mempunyai 4 angka. Dalam contoh ini, Larry menggunakan
IP address 1.1.1.1 dan Bob menggunakan 2.2.2.2. Penomoran ini disebut DDN
(Dotted Decimal Notation).
Figure 1-9 juga menunjukan 3 grup dari alamat yang ada. Di contoh ini,
semua IP yang berawalan 1 pasti ada di atas kiri. Semua yang berawalan 2 ada di
atas kanan dan semua yang berawalan 3 berada di bawah kiri.
Tambahan, Figure 1-9 memperkenalkan icon yang namnanya Router. Router
adalah alat network bagian dari TCP/IP untuk tujuan forwarding(meneruskan)
paket IP/data ke tujuan yang benar. Router melakukan pekerjaan yang sama
seperti kantor pos. Router menerima paket, lalu memutuskan sesuai dengan alamat
IP yang ada paket nya, dan kemudian secara fisik meneruskan paket dari beberapa
port interface lainya.
Pengetahuan Dasar IP Routing
Layer network pada TCP/IP menggunakan protokol internet (IP),
melakukan forwarding paket IP dari device satu ke device lain. Semua device
yang memiliki alamat IP bisa tersambung ke jaringan TCP/IP dan mengirim paket.
Figure 1-10 sama seperti kasus web server Larry ingin mengirim paket ke
browser nya Bob, tapi sekarang dengan rincinan terkait IP. Di bagian
bawah kiri, ingat bahwa web server Larry memiliki data yang sudah terencapluasi
HTTP header(layer aplikasi) dan TCP header(layer transport) yang siap dikirim.
Tambahan, ketika memasuki layer network maka terkandung IP header juga. IP
header berisi sumber alamat IP server Larry (1.1.1.1) dan alamat IP Bob
(2.2.2.2).
Langkah pertama, di bagaian kiri Figure 1-10, dimulai dari Larry siap
mengirimkan paket. Lalu protokol internet di server Larry memilih router
terdekar untuk dikirim, router yang memiliki LAN yang sama dengan berharap
Router akan meneruskan paket sampai tujuan.
Langkah kedua, Router R1 menerima paket dari Larry, dan protokol internet
di R1 membuat keputusan lagi kemana harus meneruskan paket nya. Lalu R1 melihat
di IP header menunjukan tujuan alamat nya 2.2.2.2, lalu membandingkan alamat
tersebut dengan rute IP yang ada. Ternyata rute nya ada di R2, dan diterukan
paket nya ke Router R2.
Langkah ketiga, Router R2 melakukan hal yang sama seperti R1. R2 akan
melihat dulu alamat tujuan dan membandingkan dengan rute yang ada. Ternyata
2.2.2.2 ada rute nya dan langsung ke Bob, dan paket nya langsung dikirimkan.
Layer Terakhir : Layer Link (Layer Data Link dan Layer Physical)
Layer Link pada model TCP/IP yang asli menentukan protokol dan kebutuhan
hardware untuk proses pengiriman data lewat jaringan. Istilah link mengarah
kepada koneksi fisik, hubungan antara dua device, dan protokol yang digunakan
untuku mengatur hubungan itu.
Sama seperti semua layer di semua model jaringan, layer link menyediakan
layanan ke layer diatasnya. Ketika sebuah protokol internet (IP) nya
host/router memilih kemana paket akan dikirimkan, maka host/router akan
menggunakan layer link untuk mengirimkan nya.
Karena setiap layer memiliki layanan ke layer atas, mari berpikir lagi
tentang logika IP terkait dengan Figure 1-10 diatas. Di contoh itu, Larry
meneruskan paket ke router terdekat R1, tanpa membicarakan ethernet. Jaringan
Ethernet, yang melaksanakan protokol pad layer link lah yang pasti digunakan
untuk mengirim paket dari Larry ke Router R1. Figure 1-11 menunjukan 4 langkap
tentang apa yang terjadi pada layer link sehingga bisa terkirim nya paket dari
Larry ke Router R1.
Perlu diingat bahwa garis di Figure 1-11 adalah kabel Ethernet. Diagram
jaringan sering menggunakan konvensi ini saat menggambar LAN Ethernet, dalam
kasus pemasangan kabel LAN dan perangkat LAN yang sebenarnya tidak penting
untuk beberapa diskusi, seperti yang terjadi di sini. LAN akan memiliki kabel
dan perangkat, seperti switch LAN, yang tidak diperlihatkan pada gambar ini.
Lalu Figure 1-11 mempunyai empat langkah. Dua langkah pertama terjadi
diserver Larry, dan dua terkahir terjadi di Router R1 :
1. Larry mengencapsulasi
(membungkus) paket IP diantara Ethernet Header dan Ethernet Trailer, lalu jadilah Ethernet Frame,
2. Larry secara Fisik
mentransmit setiap bit ethernet frame nya berubah menjadi s sinyal listrik mengalir melalui kabel Ethernet,
3. Router R1 secara fisik
menerima sinyal listrik dari kabel, dan mengubah nya kembali menjadi frame,
4. Router R1 membuka
bungkusan/frame nya (de-encapsulasi) dengan melepas
dan membuang Ethernet header dan Ethernet trailer.
Dari proses akhir tersebut, proses layer link pada Larry dan R1 sudah
bekerja sama untuk mengirimkan paket.
Protokol menetapkan header dan trailer untuk alasan umum yang sama, namun
header ada di awal paket dan trailer ada di akhir paket.
Layer link berisi banyak sekali protokol. Contohnya saja, layer link berisi
semua variasi protokol Ethernet, bersama dengan beberapa standar LAN
lainnya yang lebih populer di dekade yang lalu. Layer link berisi wide-area
network (WAN) standar untuk media fisik yang berbeda, yang berbeda secara
signifikan dibandingkan dengan standar LAN karena jarak yang jauh lebih jauh dalam
mentransmisikan data. Layer ini juga berisi WAN standar populer yang
menambahkan header dan trailer seperti pada Figure 1-11 merupakan protokol
seperti Point -to-Point (PPP) dan Frame Relay.
Singkatnya, layer link berisi dua fungsi berbeda, fungsi yang berkaitan
dengan transmisi data secara fisik, ditambah protokol dan aturan yang
mengendalikan penggunaan media fisik. Model TCP/IP yang baru (5 layer) hanya
membagi layer link menjadi 2 lapisan (data link dan physical) agar sama dengan
logika ini.
Membedakan Model TCP/IP Asli dengan TCP/IP Modern
Model TCP/IP yang asli menetapkan hanya satu layer (layer link) di bawah
layer Internet. Fungsi pada layer link (Model TCP/IP asli) dapat menjadi dua
yaitu fungsi yang terkait secara langsung dengan transmit data secara fisikal
dan fungsi yang tidak terikat langsung dengan transmit data secara fisikal.
Contoh nya ada pada Figure 1-11, langkah 2 dan 3 adalah detail mengenai
pengiriman data secara fisik dengan mengubah frame menjadi bit sinyal listrik
(terkait secara langsung), tapi langkah 1 dan 4 adalah encapsulasi dan
de-encapsulasi (terkait secara tidak langsung).
Sekarang ini, banyak dokumen yang menggunakan versi modern TCP/IP seperti
pada Figure 1-12. Membandingkan keduanya, layer teratas memiliki kesamaan, kecuali
nama yang berubah dari Internet ke Network. Layer terbawah berbeda dimana satu
layer pada model asli dibagi menjadi dua layer untuk menyamakan pembagian rinci
transmit fisik dari fungsi yang lain. Figure 1-12 menunjukan dua versi dari
model jaringan TCP/IP lagi dengan penekanan pada perbedaan nya.
Istilah Data Encapsulasi
Seperti yang sudah kalian baca yaitu penjelasan dari cara kerja HTTP, TCP,
IP, setiap layer menambah kan header mereka sendiri (kecuali protokol
data-link, menambahkan trailer juga) ke data yang dikirim dari layer teratas.
Istilah encapsulasi mengarah ke proses menaruh header (juga trailer) di
sekeliling data atau membungkus data itu.
Banyak contoh proses encapsulasi di atas. Contoh nya, web server Larry
meng-encapsulasi home.htm didalam HTTP header pada Figure 1-6. Lalu TCP
meng-encapsulasi HTTP header didalam TCP header dalam Figure 1-7. Lalu IP
meng-encapsulasi TCP header dan data nya didalam IP header pada Figure 1-10.
Akhirnya Ethernet meng-encapsulasi IP header di dalam Ethernet header dan
trailer pada Figure 1-11.
Proses pengiriman data yang dilakukan oleh TCP/IP bisa dibilang ada 5
langkah. Langkah 1-4 terkait dengan encapsulasi data oleh 4 layer dan langkah
terakhir merupakah transmit fisik data. Jika menggunakan TCP/IP 5 layer, setiap
langkah sesuai dengan layer masing masing. Berikut adalah kesimpulan langkah
langkah nya :
Step 1. Layer Aplikasi
Pesan dibuat terlebih
dahulu. Contohnya request home.htm. Lalu request ini akan
diencapsulasi (dibungkus) di dalam HTTP
header. Setelah dibungkus namanya
ganti menjadi “DATA”. Lalu dikirimkan ke layer
transport.
Step 2. Layer Tansport
Setelah menerima DATA,
DATA ini akan dibungkus lagi didalam TCP header.
Setelah dibungkus namanya menjadi “SEGMEN”.
Lalu dikirim ke layer network.
Step 3. Layer Network
Setelah menerima SEGMEN,
SEGMEN ini akan dibungkus lagi didalam IP
header. Setelah dibungkus
namanya menjadi “PAKET”. Lalu dikirim ke layer
data link.
Step 4. Layer Data Link
Setelah menerima PAKET,
PAKET ini akan dibugnkus lagi didalam Ethernet
header dan Ethernet Trailer. Setelah
dibungkus namanya menjadi “FRAME”.
Lalu dikirim ke layer physical.
Step 5. Layer Physical
Setelah menerima FRAME,
FRAME ini akan diubah menjadi bit sinyal listrik dan
akan di transmit.
Okay kawan itu dia Bab 1 bagian A tentang model jarigan TCP/IP. Selanjutnya
masih pada BAB 1 tapi bagian B, membahas tentang Model jaringan OSI.......
Sumber : E-book Offcial Cert Guide CCENT-CCNA_ICND_100-105.pdf