Model
Jaringan OSI
Pada sejarah tentang tujuan ingin menyatukan seluruh model jaringan, banyak yang berpikir kalau OSI yang akan menang dalam pertarungan tersebut seperti yang sudah dijelaskan pada bab bagian A. Jika itu terjadi, pengganti TCP/IP di seluruh dunia, di seluuh komputer pasti menjalankan model jaringan OSI.
Namun, OSI tidak memenangkan pertarungan. Kenyataan nya, OSI tidak ada lagi sebagai model jaringan yang digunakan untuk menggantikan TCP/IP, meskipun beberapa protokol asli masih bersumber dari mode OSI.
Lalu kenapa OSI dibahas? Selama tahun-tahun di mana banyak orang
berpikir bahwa model OSI akan menjadi hal biasa di dunia jejaring (kebanyakan
di akhir tahun 1980an dan awal 1990an), banyak vendor dan dokumen protokol mulai menggunakan terminologi model OSI. Terminologi itu pun sekarang masih ada. Jadi, untuk memahami terminologi jaringan modern, kalian harus mengerti beberapa tentang OSI.
Membandingkan OSI dengan TCP/IP
Model OSI mempunyai banyak kesamaan dengan model TCP/IP dari konsep dan pandangan. OSI mempunyai 7 layer, dan setiap layer menetapkan satu set khusus fungsi jaringan. Seperti TCP/IP, setiap layer OSI mengarah ke banyak protokol dan standar yang menerapkan fungsi pada setiap layer nya. Dalam kasus lain, sama seperti TCP / IP, OSI berkomitmen tidak membuat protokol atau standar baru, namun merujuk protokol lain yang telah ditetapkan. Contoh nya, IEEE mentapkan standar Ethernet, jadi OSI tidak akan membuang waktu untuk membuat protokol baru tentang Ethernet.
Sekarang, model OSI bisa digunakan sebagai standar pembandingan mode jaringan lain nya. Figure 1-15 membandingkan 7 layer OSI dengan 4 Layer TCP/IP juga 5 Layer TCP/IP.
Penjelasan Protokol dari Layer OSI
Sekarang, dokumen jarigan sering menjelaskan protokol dan standar TCP/IP bersumber dari OSI layer, baik dari jumlah layer dan nama layer. Contoh, sebutan biasa untuk switch LAN adalah "Switch Layer 2", dengan "Layer 2" mengarah ke OSI layer 2. Karena OSI memang memiliki seperangkat fungsi yang
terdefinisi dengan baik yang terkait dengan masing-masing tujuh lapisannya,
jika kalian mengetahui fungsinya, kalian dapat memahami apa yang orang maksudkan
ketika mereka merujuk pada produk atau fungsi oleh lapisan OSI-nya.
Contoh lainnya, Layer Internet (Layer asli TCP/IP), dijalankan oleh IP, disamakan dengan Layer Network OSI. Jadi, kebanyakan orang mengatakan IP adalah protokol layer network , atau protokol layer 3, menggunakan OSI terminologi dan nomor layer nya. Tentu saja jika kalian mengurutkan model TCP/IP dimulai dari bawah, IP bisa jadi Layer 2 atau Layer 3 tergantung versi dari model TCP/IP tersebut. Namun, meskipun IP adalah protokol TCP/IP, semua orang menggunakan layer dan nomor model OSI ketika menjelaskan IP atau protokol lain nya.
Diakuinya layer tertentu TCP/IP sama dengan beberapa layer tententu pada OSI layer, tapi bukan sama dari rinciannya. Perbandingan nya seperti sebuah truk dengan mobil biasa, keduanya bisa mengantarkan kalian dari titik A ke titik B, tapi kedua nya memiliki perbedaan seperti truk mempunyai kargo dibelakang. Demikian pula dengan layer OSI dan layer TCP/IP menentukan logika pengalamatan dan routing. Namun, alamat nya memiliki ukuran berbeda, dan logika routing nya bekerja secara berbeda. Jadi perbedaan layer OSI dengan protokol lainnya adalah perbedaan secara garis besar, dan buka perbedaan secara spesifik.
OSI Layer dan Fungsi nya
OSI Layer dan Fungsi nya
Sekarang, karena banyak orang lebih Saat ini, karena kebanyakan orang lebih mengenal fungsi TCP / IP daripada fungsi OSI, salah satu cara terbaik untuk mempelajari tentang fungsi lapisan OSI yang berbeda adalah memikirkan fungsi pada model TCP / IP dan menghubungkan mereka dengan model OSI. Untuk keperluan pembelajaran, kalian bisa berfikir bahwa 5 model layer OSI melakukan hal yang sama seperti 5 model layer TCP/IP. Contoh nya, layer aplikasi setiap model (OSI dan TCP/IP) menetapkan protokol untuk digunakan oleh aplikasi (browser), dan layer physical menetapkan mekanika-listrik komunikasi antar koneksi fisik. Tabel 1-4 menjelaskan setiap layer OSI.
Tabel 1-5 adalah contoh dari daftar device dan protokol pada layer OSI. Catat bahwa banyak peralatan jaringan yang harus memahami beberapa protokol dari banyak layer OSI. Layer yang ada pada Table 1-5 sebenarnya mengacu pada layer tertinggi yang biasa dipikirkan perangkat saat melakukan pekerjaan utamanya. Contoh nya, router perlu memikirkan konsep layer 3, tapi juga harus bisa support fiur di layer 1 dan 2.
Tabel 1-5 adalah contoh dari daftar device dan protokol pada layer OSI. Catat bahwa banyak peralatan jaringan yang harus memahami beberapa protokol dari banyak layer OSI. Layer yang ada pada Table 1-5 sebenarnya mengacu pada layer tertinggi yang biasa dipikirkan perangkat saat melakukan pekerjaan utamanya. Contoh nya, router perlu memikirkan konsep layer 3, tapi juga harus bisa support fiur di layer 1 dan 2.
Selain mengingat fitur - fitur dasar layer OSI (pada Tabel 1-4), dan beberapa device juga alat nya (pada Tabel 1-5), kalian juga harus mengingat semua nama layer. Kalian bisa mengingat nya dengan sebuah kalimat sederhana seperti :
Anak Pak Soleh Tidak Nakal Dan Pintar
Anak Pak Soleh Tidak Nakal Dan Pintar
Aplikasi Presentasi Session Transport Network Data-link Physical
Konsep dan keuntungan Layer OSI
Selain membantu manusia mengkategorikan dan mengerti banyak fungsi di jaringan, ada alasan lain mengapa menggunakan layer. Contohnya, mempertimbangkan analogi kantor pos. Seseorang penulis surat tidak memikirkan bagaimana kantor pos mengirimkan surat melewati negara. Sang kurir tidak peduli dengan isi surat nya. Begitu pula dengan model jaringan yang membagi fungsi ke dalam layer yang berbeda memungkinkan satu paket perangkat lunak atau perangkat keras untuk mengimplementasikan fungsi dari satu layer, dan menganggap bahwa perangkat lunak / perangkat keras lain akan menjalankan fungsi yang didefinisikan oleh layer lainnya.
Berikut adalah list dari keuntungna menggunakan layer protokol :
1. Lebih sederhana : Dibandingkan dengan tidak menggunakan model ber-layer, model jaringan membagi konsep menjadi bagian yang lebih kecil.
2. Interface standar : Definisi interface standar antara masing-masing layer memungkinkan beberapa vendor membuat produk yang memenuhi peran tertentu, dengan semua keunggulan persaingan terbuka
3. Lebih mudah dipelajari : Kalian bisa lebih mudah berdiskusi dan belajar tentang banyaknya detail dari spesifikasi protokol.
4. Lebih mudah dikembangkan : Berkurangnya kompleksitas memungkinkan perubahan program yang lebih mudah dan pengembangan produk yang lebih cepat.
5. Multivendor interoperability: Membuat produk untuk memenuhi standar jaringan yang sama berarti bahwa peralatan komputer dan jaringan dari beberapa vendor dapat bekerja di jaringan yang sama.
6. Teknik standar : Salah satu vendor dapat menulis software yang menerapkan lapisan yang lebih tinggi, misalnya browser web dan vendor lain dapat menulis software yang menerapkan lapisan bawah, misalnya software TCP / IP bawaan Microsoft dalam sistem operasinya.
Istilah - Istilah Encapsulasi Pada OSI
Seperti TCP/IP, setiap layer OSI meminta layanan dari layer bawah nya. Untuk menyediakan layanan, setiap layer menggunakan header dan mungkin juga trailer. Layer yang lebih rendah meng-encapsulasi data dari layer yang lebih tinggi.
OSI menggunakan istilah yang lebih umum untuk setiap pesan daripada menggunakan frame, packet, dan segment (Seperti TCP/IP). OSI memakai istilah PDU (Protokol Data Unit). PDU mewakili bit yang menyertakan header dan trailer untuk lapisan itu, serta data yang di-enkapsulasi. Seperti contoh, sebuah paket IP seperti yang ditunjukan pada Figure 1-14 (pada bagian TCP/IP), menggunakan istilah OSI yaitu PDU, lebih jelas nya Layer 3 PDU (disingkat L3PDU) karena IP adalah protokol layer 3. OSI hanya mengacu pada "Layer x PDU (LxPDU)", dengan x mengacu pada layer yang sedang dibahas, seperti yang ditunjukkan pada Figure 1-16.
Dengan ini maka selesai sudah review ICDN1 pada BAB 1. Tentu saja BAB 2 lah yang akan di bahas selanjutnya,,,,,




Tidak ada komentar:
Posting Komentar